Oleh : Putri Hazah Hartini
SEMPURNA
Bulan Ramadhan atau bulan Puasa, pada bulan ini seluruh umat Islam di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa, kecuali ada seseorang yang mengalami suatu halangan maka puasa di bulan Ramadhan itu di beri keringanan. Di bulan Ramadhan ini orang – orang pada melakukan semua kegiatan yang akhirnya mengharapkan ganjaran pahala. Ketika memasuki bulan Ramadhan video tentang agama mulai bertebaran, seperti, “Kalau pas puasa pacarannya break dulu, nanti kalau udah selesai baru lanjut lagi”. Kan aneh, kayak ngebodohi Tuhan tapi sebenarnya malah ngebodohi diri sendiri. Terus ada video tentang doa – doa dan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan, hal seperti ini sangat edukatif.
Dibulan Ramadhan orang – orang mulai berusaha untuk menadapatkan hasil yang maksimal, terutama pada hari rayanya puasa, bulan Idul Fitri. Semua orang akan mempersiapkan segala – galanya agar terlihat sempurna, seperti menyiapkan kue lebaran dengan berbagai macam jenis bentuk dan aroma serta rasanya, memperbaiki rumah atau menghiasinya dengan mengubah warna cat rumah, membeli perabotan yang lain agar suasana lebaran setiap tahunnya berbeda. Membeli pakaian yang serba baru pada hari raya, dari atasan sampai bawahan, dari gamis, hijab, sepatu, sendal dan lain sebagainya serta mukenah, jubah atau koko dan sajadah yang setiap tahunnya juga ikut serba baru.
Suatu hal seperti ini sejujurnya membuat saya bingung. Apakah dengan hal yang ingin tampil maksimal atau sempurna ini benar - benar untuk menyambut hari raya atau hanya sekedar bersaing untuk menjadi omongan yang unggul?. Orang – orang ketika mendengar atau membaca kata bulan Ramadhan dan Idul Fitri di otaknya secara otomatis akan berpikir, “Oh baru”, apapun itu. Jadi, hal seperti ini malah sudah menjadi tradisi masyarakat. Kalau menurut saya hal ini tidak juga buruk tapi juga tidak baik. Tidak buruknya karena dapat memotivasi diri untuk bisa tampil maksimal didepan umum. Buruknya terlalu mengikuti arus yang membuat diri ini memaksakan keadaan.
Misyalnya, setiap tahun harus serba baru, pakaian baru, cat rumah baru dan lain sebagainya. Jika uang itu ada tidak jadi masalah, tapi apakah tidak mubazir kalau barang yang sudah ada saja belum tentu selalu di pakai atau bisa jadi di pakai, tapi cuma pada hari itu saja. Seperti hijab dan gamis, menjelang hari raya atau Idul Fitri semua toko syar’i akan kebanjiran pesanan, karena pada saat itu bayak sekali kalangan wanita membelinya. Dan mereka hanya memakainya pada saat hari raya saja dan mungkin akan memakainya lagi pada saat di pemakaman, dan apakah ini tidak mubazir?. Kalau uangnya tidak ada hal ini akan jadi sangat memusingkan, memikirkan bagaimana caranya agar semua kecemasannya itu terpenuhi, bisa jadi terpenuhi tapi dengan cara berhutang.
Bulan Ramadhan atau puasa tidak hanya sekedar membahas itu saja, ada juga yang lainnya seperti membahas apa hikmah di balik dalam berpuasa. Salah satu hikmahnya yang paling berkesan adalah mengasah diri untuk bersabar. Anehnya kenapa masih banyak orang yang puasa tapi selalu marah?. Hikmah lainnya adalah terjaga dari perbuatan tercela, ngenesnya juga sama, banyak banget orang yang puasa tapi dia masih melakukan hal yang tercela. Ada jawaban dari seseorang yang saya tanyain ke dia tentang masalah ini dan dia menjawab, “Mungkin karena sudah terbiasa makanya gitu”. Dan saya pernah nonton youtuber dan dia bilang yang intinya itu, “Puasa itu kaya kita lagi perang dan dalam berperang kita harus menyiapkan bekal”. Nah mungkin benarnya juga jawaban dia, berarti sebelum masuknya bulan Ramadhan, maka kita juga harus belajar untuk belajar sabar dan lain sebagainya. Pada bulan inilah orang - orang mau tampil untuk terlihat "Sempurna" saat hari rayanya saja, padahal untuk terlihat "Sempurna" itu seharusnya di persiapkan jauh sebelum bulan Ramadhan itu tiba.
Komentar
Posting Komentar